Siapa yang tidak mengenal sosok aktor eksentrik dengan akting yang selalu totalitas ini? Lahir dengan nama lengkap Nicolas Kim Coppola pada tanggal 7 Januari 1964 di Long Beach, California, pria yang kini dunia kenal sebagai Nicolas Cage memiliki latar belakang keluarga yang luar biasa. Ia adalah buah hati dari pasangan August Coppola, seorang profesor sastra yang cerdas, dan Joy Vogelsang, seorang penari serta koreografer berbakat.
Darah seni memang mengalir deras dalam keluarga besarnya. Nicolas tumbuh besar bersama dua saudaranya, Christopher Coppola yang sukses menjadi sutradara, serta Marc "The Cope" Coppola yang dikenal sebagai aktor sekaligus DJ radio ternama. Tak hanya itu, silsilah keluarganya menghubungkannya langsung dengan sineas legendaris Francis Ford Coppola sebagai keponakan, dan ia merupakan sepupu dari sutradara wanita berbakat, Sofia Coppola.
Masa Muda Nicolas Cage Serta Momen yang Mengubah Pandangan Hidupnya
Masa kecil Nicolas tidaklah selalu mulus. Saat ia menginjak usia 12 tahun, sebuah cobaan berat menghampiri keluarganya. Sang ibu, Joy, harus berjuang melawan depresi berat hingga sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini berujung pada perceraian kedua orang tuanya tak lama kemudian. Meski demikian, kejadian ini tidak memadamkan rasa kagum Nicolas terhadap kedua orang tuanya. Ia selalu menyebut bahwa kecintaannya pada dunia seni adalah warisan berharga dari August dan Joy yang telah ia serap sejak usia dini.
Obsesinya untuk menjadi aktor benar-benar terpantik saat ia berusia 15 tahun setelah menonton film klasik "East of Eden" (1955). Karakter yang dimainkan oleh mendiang James Dean dalam film tersebut terasa sangat personal baginya. Nicolas merasa ada kemiripan antara pencarian jati diri pemuda di film tersebut dengan kehidupan pribadinya. Sejak momen itulah, ia memantapkan hati untuk terjun ke dunia seni peran.
Alasan Nicolas Cage Mengganti Nama Belakang Demi Membangun Karir Mandiri
Memasuki industri film ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Meski sempat muncul dalam film "Brubaker" (1980), karirnya seolah jalan di tempat. Kegagalan demi kegagalan saat audisi sempat membuatnya nyaris menyerah. Nicolas bahkan sempat membuat janji radikal pada dirinya sendiri: jika ia tidak mendapatkan peran besar sebelum usia 17 tahun, ia akan meninggalkan impian aktingnya dan mendaftar sebagai marinir angkatan laut bidang kelautan adalah minat terbesarnya selain film.
Keberuntungan akhirnya datang ketika ia mendapatkan peran di film "Rumble Fish" (1983) yang disutradarai oleh pamannya sendiri. Namun, di sinilah integritas seorang Nicolas diuji. Ia sangat enggan dicap sebagai aktor yang hanya memanfaatkan nama besar keluarganya untuk sukses. Maka, ia memutuskan untuk menanggalkan nama belakang "Coppola" dan menggantinya menjadi Cage. Nama ini merupakan penghormatan bagi tokoh komik Marvel, Luke Cage, serta komposer musik eksperimental, John Cage.
Puncak Karir Nicolas Cage Sebagai Aktor Terbaik Dunia
Perubahan nama tersebut seolah membawa keberuntungan baru. Setelah tampil sebagai tokoh utama di "Valley Girl" (1983), namanya mulai diperhitungkan secara luas. Namun, gebrakan sesungguhnya terjadi lewat film produksi United Artists yang berjudul "Leaving Las Vegas" (1995). Perannya sebagai Ben Sanderson, seorang penulis naskah yang terjebak dalam kecanduan alkohol, sangat memukau dunia. Akting emosionalnya tersebut diganjar dengan penghargaan tertinggi: Piala Oscar untuk kategori Best Actor.
Karirnya semakin melesat tinggi di akhir era 90-an. Nicolas berubah menjadi bintang laga papan atas setelah membintangi "Con Air" (1997) bersama John Malkovich. Sejak saat itu, deretan film box office seolah mengantre untuk menggunakan jasanya, mulai dari "Face/Off", "City of Angels", hingga seri petualangan "National Treasure" dan "Ghost Rider". Dedikasinya pada film laga pun tetap konsisten hingga karya-karya terbarunya seperti "Kick-Ass" dan "The Sorcerer’s Apprentice".
Dibalik Layar Kehidupan Nicolas Cage yang Penuh Masalah Keuangan
Di balik gemerlap lampu Hollywood, kehidupan pribadi Nicolas Cage seringkali penuh dengan drama dan kontroversi. Hubungan asmaranya kerap berakhir tragis. Ia tercatat pernah bercerai dua kali dari aktris Patricia Arquette dan Lisa Marie Presley (putri sang legenda Elvis Presley). Ia juga sempat terlibat sengketa hukum senilai belasan juta dolar dengan Christina Fulton, ibu dari putra pertamanya, Weston Coppola Cage.
Masalah tidak berhenti di situ. Nicolas juga pernah mengalami krisis keuangan hebat yang membuatnya terpaksa menjual aset-aset mewahnya. Perseteruan panas sempat terjadi antara dirinya dengan manajer keuangannya, Samuel J. Levin. Nicolas menuduh sang manajer melakukan kelalaian, sementara Samuel berargumen bahwa gaya hidup Nicolas yang terlalu boros dan obsesinya membeli barang-barang antik yang mahal adalah penyebab utamanya. Akibat hutang pajak yang menumpuk hingga jutaan dolar, sang aktor pun terpaksa merelakan beberapa properti kesayangannya di New Orleans dan Louisiana berpindah tangan demi melunasi kewajibannya.
Meskipun diterpa badai kehidupan pribadi dan masalah pajak, antusiasme Nicolas Cage terhadap film tidak pernah surut. Ia tetap menjadi salah satu aktor paling produktif yang terus memberikan warna unik di setiap karakter yang ia perankan.

Posting Komentar